Bunyi klik mekanis dari pintu jati besar yang terbuka terdengar seperti hantaman palu di dalam ruang kerja Alaric Valerius yang kedap suara. Alaric tetap berdiri mematung di belakang meja kerjanya yang luas, sebuah benteng dari kayu mahoni dan dokumen jutaan dolar yang kini terasa sama sekali tidak mampu melindunginya. Matanya terpaku pada sosok yang melangkah masuk dengan keanggunan yang menghancurkan kewarasan. Seraphina Azkadina tidak tampak seperti gadis yang baru saja pulih dari sakit; ia tampak seperti badai yang terbungkus dalam ketenangan yang berbahaya. Sera mengenakan trench coat panjang berwarna krem yang melambai di sekitar kakinya saat ia melangkah. Rambutnya yang pirang jatuh terurai sempurna di pundaknya, sementara kacamata hitam yang tadi ia pakai kini sudah tersampir di

