Gerbang yang Terkunci.

1335 Kata

​Pagi menyapa Jakarta dengan kabut polusi yang mencekik, seolah langit pun ikut berkonspirasi untuk menekan ulu hati Seraphina Azkadina. Gadis itu tidak tidur. Matanya yang biasanya berbinar penuh rasa ingin tahu kini tampak redup, dikelilingi bayangan gelap yang menceritakan malam penuh kepanikan. Sejak kegagalannya menembus akses apartemen kemarin sore, Sera merasa dunianya sedang runtuh dalam gerakan lambat. Ia telah mencoba menghubungi Alaric ribuan kali—melalui telepon seluler, telepon kantor, hingga mengirim pesan melalui akun media sosial—namun hasilnya tetap sama: kehampaan digital yang dingin. Alaric Valerius, pria yang dua malam lalu masih membenamkan wajah di lehernya dengan napas yang memburu, kini telah menjelma menjadi hantu yang tidak bisa disentuh. ​Sera berdiri di depan c

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN