Kegelapan di dalam kamar apartemen itu seolah-olah memiliki massa yang nyata; sebuah entitas tak kasatmata yang menekan d**a Seraphina hingga ia merasa setiap oksigen yang masuk ke paru-parunya harus melewati filter kecemasan yang menyesakkan. Posisi mereka tidak berubah sedikit pun sejak badai gairah yang merusak itu mereda. Alaric masih memeluknya dari belakang, sebuah dekapan yang tadinya sempat terasa seperti perlindungan, kini perlahan namun pasti bermutasi menjadi belenggu yang dingin dan mengintimidasi. Keintiman statis itu, di mana detak jantung mereka seolah-olah beradu dalam irama yang sama namun dengan frekuensi yang sangat berbeda, tiba-tiba terusik oleh pergeseran kecil namun tajam dari tubuh Alaric. Lengan Alaric yang kekar tiba-tiba mempererat lilitannya di pinggang Sera.

