Keheningan di dalam ruang kerja itu kini telah sepenuhnya digantikan oleh suara napas yang menderu, menciptakan atmosfer yang begitu panas hingga seolah-olah kayu mahoni dan rak-rak buku di sana bisa terbakar kapan saja. Alaric Valerius tidak lagi menahan diri. Segala bentuk protokol, martabat, dan janji suci yang ia khotbahkan beberapa menit lalu telah menguap, meninggalkan seorang pria yang digerakkan oleh insting predator yang murni. Ia mencengkeram pinggang Seraphina dengan kekuatan yang seolah ingin mematahkan tulang rusuknya, lalu dengan satu sentakan kasar yang penuh d******i, ia mengangkat tubuh mungil itu dan mendudukkannya di atas meja kerja jatinya yang luas. Suara gesekan kain gaun tipis Sera dengan permukaan kayu jati yang dipoles mengkilap terdengar seperti desis peringata

