Kabut dan Kesepian.

1567 Kata

Langit London pagi ini tampak seperti hamparan kanvas yang dicuci dengan cat abu-abu yang pudar, menciptakan suasana yang begitu menindas hingga rasanya oksigen pun enggan untuk bergerak. Musim dingin yang ekstrem telah tiba, membawa serta embusan angin Arktik yang menusuk hingga ke sumsum tulang, membekukan sisa-sisa air hujan di jalanan Richmond menjadi lapisan es yang licin dan berbahaya. Bagi Seraphina, cuaca ini bukan sekadar fenomena alam; ini adalah proyeksi visual dari apa yang sedang terjadi di dalam rongga dadanya. Sejak telepon dingin dari Jakarta beberapa hari lalu, hatinya seolah telah terkunci dalam sebuah lemari es raksasa, membeku bersama ribuan memori yang kini terasa seperti duri-duri tajam yang mencabik nuraninya. Ia tidak lagi menangis sesering dulu, namun diamnya kini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN