Ia melihat Sera meringkuk lebih dalam, mencoba mencari kenyamanan yang tidak kunjung datang. Alaric menyadari bahwa ia harus menjadi lebih agresif dalam menurunkan suhu tubuh gadis ini. Segala aturan etika, segala batasan antara 'paman' dan 'keponakan', atau segala norma kesopanan yang selama ini ia junjung tinggi, kini ia buang ke dalam jurang terdalam. Nyawa Sera adalah prioritas tunggalnya. Alaric kembali mendekati ranjang, menatap tubuh Sera yang dibungkus kemeja tidur tipis. Ia bisa melihat betapa kecilnya Sera dibandingkan dengan ukuran tubuhnya yang dominan. Ia merasakan sebuah tanggung jawab yang begitu murni sekaligus sebuah kegelisahan yang sangat gelap saat ia harus bersiap melakukan tindakan medis mandiri yang lebih intensif. Ia tahu, setelah ini, segalanya akan berubah. Tin

