Udara di dalam ruang kerja itu terasa semakin pekat, hampir menyerupai cairan yang memenuhi paru-paru dan membuat setiap napas yang diambil terasa seperti perjuangan. Suara detak jam dinding antik yang tadinya terdengar otoriter kini tenggelam di balik suara gesekan kulit, rintihan pendek, dan deru napas yang bersahutan. Alaric Valerius, sang penguasa yang kini telah menanggalkan jubah moralitasnya, menatap Seraphina dengan tatapan yang sepenuhnya berubah. Tidak ada lagi sisa-sisa kemarahan yang dingin; yang tertinggal hanyalah insting kepemilikan yang primitif, sebuah dorongan gelap untuk mengklaim raga yang ada di bawahnya seolah-olah dunia akan kiamat esok pagi. Alaric menarik tubuh Sera menjauh sedikit dari rak buku, namun ia tidak melepaskannya. Dengan gerakan yang posesif, ia memu

