Benih di Dasar Kolam.

1179 Kata

​Langit Jakarta musim panas dua belas tahun yang lalu berwarna biru pucat, seolah-olah warnanya telah luntur oleh teriknya matahari yang membakar permukaan aspal dan dedaunan di kawasan elit Menteng. Di kediaman megah keluarga Dirgantara, suasana jauh lebih meriah daripada biasanya. Bramantyo sedang merayakan keberhasilan ekspansi bisnis terbarunya, dan taman belakang rumah itu telah diubah menjadi sebuah oase kemewahan. Alunan musik jazz mengalir lembut, berpadu dengan suara denting gelas kristal dan tawa renyah para sosialita serta penguasa korporat yang hadir. Aroma daging panggang mahal dan parfum-parfum impor memenuhi udara, menciptakan atmosfer kemakmuran yang nyaris sempurna. Namun, di tengah hiruk-pikuk orang dewasa yang sibuk dengan urusan politik dan saham, seorang gadis kecil be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN