Labirin Sisa Dosa.

1190 Kata

​Keheningan yang menyelimuti penthouse lantai lima puluh lima itu terasa begitu tebal, seolah-olah udara di dalamnya telah memadat menjadi kristal yang rapuh. Di atas sofa beludru luas yang menghadap ke arah gedung-gedung pencakar langit Jakarta, Alaric Valerius terbaring dengan napas yang masih tersengal-sengal di sisa kelelahannya. Tubuhnya yang kokoh terasa berat, setiap inci ototnya berdenyut akibat ledakan gairah yang baru saja meluluhlantakkan akal sehatnya. Di dalam dekapannya, Seraphina Azkadina tertidur dengan kepala bersandar di d**a bidang Alaric, wajahnya tampak begitu damai, kontras dengan badai yang baru saja mereka ciptakan di ruang tengah tersebut. ​Alaric menatap langit-langit ruangan yang tinggi, membiarkan pikirannya melayang di antara rasa nikmat yang masih membekas da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN