(++) Balas yang Memudar.

1228 Kata

​Di ruang tengah yang luas, Alaric Valerius masih berdiri mematung di belakang Seraphina. Jemarinya masih menempel pada jalinan benang dress rajut berwarna krem pucat yang tadinya ia sebut terlalu ketat. Kain rajut itu terasa begitu panas di bawah ujung jarinya, atau mungkin itu adalah suhu tubuh Sera yang merambat naik, membakar sisa-sisa kewarasan yang coba ia pertahankan. Aroma vanilla yang bercampur dengan kelembapan kulit Sera menyerang indra penciumannya tanpa ampun, menciptakan pusaran memori dan nafsu yang menyesakkan. ​Sera menundukkan kepalanya, membiarkan rambut panjangnya jatuh menutupi wajahnya, menciptakan ilusi kerapuhan yang sangat meyakinkan. "Mungkin ini memang pertanda, Om," bisiknya dengan suara yang bergetar, seolah-olah ia sedang menahan tangis. "Dress favoritku, pem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN