Apartemen rahasia itu seolah-olah menjadi saksi bisu atas runtuhnya sisa-sisa peradaban di antara dua manusia yang tengah terjebak dalam pusaran obsesi, amarah, dan gairah yang patologis. Cahaya bulan yang masuk melalui jendela kaca setinggi langit-langit memantulkan bayangan gelap dua tubuh yang saling beradu di atas sofa kulit berukuran masif di ruang tengah. Alaric Valerius tidak lagi menahan diri sedikit pun. Kemeja putihnya telah terbuka berantakan, memperlihatkan otot-otot d**a dan perutnya yang keras seperti baja, berkilau oleh peluh tipis akibat gejolak emosi yang meluap-luap dari dasar jiwanya. Di bawah kungkungannya yang mengintimidasi, Seraphina Azkadina tampak begitu mungil, begitu rapuh, dan begitu telanjang. Kulit porselennya kontras dengan warna gelap sofa, menciptakan pema

