Langit Jakarta sore itu berwarna kelabu tembaga, mencerminkan hawa panas yang tertahan di balik gumpalan awan polusi. Di depan lobi utama gedung serbaguna universitas, kemacetan kecil terjadi karena deretan mobil yang menjemput para mahasiswa setelah acara seminar besar berakhir. Namun, di antara deretan kendaraan tersebut, sebuah Rolls-Royce Phantom hitam legam berdiri dengan keangkuhan yang sunyi. Mobil itu tampak seperti predator yang sedang mengintai, dengan kaca film yang begitu gelap hingga tak ada satu pun cahaya yang bisa menembus ke dalam. Di balik kemudi, Mulyono duduk tegak dengan tangan mencengkeram kemudi, namun matanya terus melirik ke arah spion tengah dengan kecemasan yang tak bisa disembunyikan. Alaric Valerius duduk di kursi belakang, sosoknya nyaris menyatu dengan bayan

