Perintah Gelap.

1172 Kata

​Kegelapan di dalam apartemen Alaric Valerius seolah memiliki berat yang nyata, menekan bahunya hingga ia merasa terkunci di dasar samudra yang sunyi. Sisa-sisa wiski di dalam gelas kristalnya telah lama menguap, meninggalkan noda lengket yang pahit, serupa dengan rasa yang tertinggal di lidah Alaric setiap kali ia membayangkan tawa Seraphina yang meledak di samping Kaivan Mahendra. Alaric tidak lagi bergerak dari posisinya di atas lantai marmer yang dingin, dikelilingi oleh pecahan kaca yang membiaskan cahaya bulan seperti ribuan mata yang menertawakan kehancurannya. Namun, di balik keheningan yang mencekam itu, sebuah mesin penghancur sedang dipanaskan di dalam kepalanya. Posesifitasnya telah bermutasi dari sekadar keinginan untuk melindungi menjadi kehendak murni untuk membinasakan siap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN