Bab 43 - Pertemuan Yang Menegangkan (1)

1475 Kata

Umi segera melangkah menyambut menantunya. Baskara pun maju, meraih tangan Umi dan mencium punggung tangannya dengan hormat. Setelah itu, Sena yang masih berdiri kaku ditarik oleh Umi ke dalam pelukan hangat. "Sehat, Sayang?" "Sehat, Umi, Alhamdulillah," jawab Sena. "Anakku, akhirnya sampai juga," bisik Umi sambil mengelus punggung Baskara. "Sehat, Nak?" "Sehat Umi, Alhamdulillah." Baskara menjawab singkat, namun tak lepas menatap Zidan di sana. "Kalian tadi dari makam dulu ya? Tadi sopir baru saja masuk mengantar barang-barang kalian ke dapur, dia bilang kalian mampir ke belakang sebentar." Sena mengangguk pelan dari balik cadarnya. "Iya, Umi. Tadi mampir menyapa Abi dulu." "Alhamdulillah kalau sudah ziarah," Umi tersenyum, lalu tangannya mengelus perut Sena yang masih rata.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN