Bab 44 - Pertemuan Yang Menegangkan (2)

1637 Kata

Sena merasa suasana makin tidak keruan. Ia melirik Zaina yang tampak mulai curiga dengan perhatian Zidan yang berlebihan. "S-Sena, bisa kita ngomong berdua saja?" ucap Zaina tiba-tiba. Wajahnya yang tadi ceria kini terlihat sedikit bingung dan cemas. Sena beralih menatap Baskara. Ia menyentuh lengan suaminya, mencoba meminta izin lewat tatapan matanya. "Mas, aku bicara sama Zaina sebentar ya?" Baskara sempat terdiam, rahangnya masih mengeras menahan emosi pada Zidan. Namun, demi istrinya, ia melunakkan sorot matanya. "Iya, jangan lama-lama. Kamu jangan terlalu capek berdiri." "Iya, Mas," jawab Sena pelan. Setelah Sena dan Zaina melangkah pergi, Baskara langsung memutar tubuhnya menghadap Zidan. Jarak mereka kini sangat dekat. Baskara hendak membuka suara untuk memberi peringata

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN