Bab 39: Terjebak dalam Labirin Kenikmatan.

1254 Kata

Ardi melepaskan cengkeraman pada pergelangan tangan Amelia dengan sentakan kasar, membiarkan lengan wanita itu jatuh terkulai tak bertenaga seperti sayap burung yang patah, menghantam permukaan sofa dengan suara lemas. Tubuh Amelia yang semula melengkung tegang karena tarikan itu langsung luruh, jatuh terkulai tak berdaya. Sisa-sisa getaran trauma masih menjalar di setiap sarafnya, membuat jemarinya berkedut halus di atas kulit sofa itu. Napasnya tersengal, pendek-pendek dan berat, sementara dadanya yang memerah karena hawa panas, tekanan emosi, dan jejak-jejak perlakuan Ardi sebelumnya naik-turun dengan cepat. Pemandangan itu begitu kontras; kulit putih yang kini ternoda merah, menciptakan visual yang memicu naluri purba siapa pun yang melihatnya. Sementara itu, sisa-sisa air mata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN