Bab 38: Tenggelam dalam Arus Kenikmatan.

1223 Kata

Ardi memejamkan matanya rapat, membiarkan gelombang kenikmatan menyapu seluruh tubuhnya. Penisnya yang tebal, berdenyut-denyut dengan kehidupan sendiri, terus menghunjam dalam-dalam ke relung v****a Amelia tanpa ampun, setiap gerakan seperti pukulan yang dirancang untuk menaklukkan. Bokong Amelia yang bulat dan montok, kini memerah karena tamparan-tamparan kasar sebelumnya, bergoyang liar setiap kali Ardi mendorong pinggulnya dengan kekuatan penuh. Kulitnya yang halus terasa panas di bawah telapak tangan Ardi, dan setiap hantaman meninggalkan getaran yang merambat hingga ke tulang punggungnya. PLOOKKK… PLOOKKK… PLOOKKK... Suara daging beradu itu menggema di ruangan yang seharusnya sunyi, seperti ritme drum perang yang semakin cepat dan semakin keras, seiring dengan nafsu Ardi yang mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN