Napas Ardi kini terdengar menderu berat dan kasar, seperti deru mesin pemangsa yang telah mengunci buruannya tanpa celah sedikit pun untuk melarikan diri. Udara di dalam kamar mewah yang kedap suara itu seolah tersedot habis, menyisakan kekosongan oksigen yang digantikan oleh aroma keringat yang tajam, parfum maskulin yang berat, serta bau amis nafsu yang pekat dan menyesakkan indra penciuman. Dengan gerakan yang tidak mengenal belas kasihan, Ardi mencengkeram kedua pergelangan kaki Amelia, menyentaknya dengan satu tarikan kuat yang membuat tubuh Amelia terseret ke ujung ranjang hingga panggul wanita itu terangkat tinggi dan kedua kakinya terbuka lebar secara paksa. Posisi itu begitu mengekspos dan merendahkan, memamerkan seluruh inti kewanitaan Amelia yang masih basah bersimbah cairan

