Ardi seolah tidak memberikan napas sedikit pun; ia terus memacu, menekan, dan mengocok area v****a Amelia dengan d******i yang menghancurkan. Kocokan jari-jarinya yang ahli dan beringas itu beradu dengan dinding rahim Amelia yang kian menjepit, memicu reaksi berantai di pusat saraf yang tak lagi mampu dibendung oleh logika. "Aahhh.... Hnghhh... mmphhh" Erang amrlia seraya menggelengkan kepala dengan frustrasi, mencoba mengusir sensasi nikmat yang terasa seperti racun bagi jiwanya. Amelia merasa dunianya seolah meledak dalam jutaan kepingan yang menyakitkan. Tekanan di ubun-ubunnya terasa begitu hebat, darah berdesir kencang ke seluruh sarafnya, membuat penglihatannya putih seketika. Seluruh otot tubuhnya menegang kaku, jemari kakinya menekuk tajam, dan punggungnya terangkat tinggi seo

