Ponsel Amelia bergetar di dalam tas kerjanya, getaran itu terasa seperti sambaran petir yang menusuk jantungnya, mengguncang seluruh ketenangan yang tersisa. Jantungnya mencelos, sebuah firasat buruk yang sudah ia kenali dengan baik, sebuah pertanda penderitaan yang akan datang. Sudah pukul lima sore, waktu yang terasa berat dan penuh ketegangan, seolah-olah waktu itu sendiri adalah sebuah beban yang tak terangkat. Semua karyawan sudah mulai beranjak pulang, meninggalkan kantor yang perlahan menjadi sepi, sebuah kesunyian yang menakutkan. Ini adalah waktu yang paling berbahaya, waktu yang selalu disukai Ardi untuk melakukan hal-hal yang tidak seharusnya, hal-hal yang akan menghancurkan Amelia. Ia melirik jam di sudut layar komputernya, seolah-olah waktu sedang berjalan mundur, mengantarka

