Bab 19: Birahi yang Tak Terbendung (Part 2)

1120 Kata

Amelia tertegun. Permintaan Ardi, yang kini berdiri dengan matanya yang penuh nafsu, terasa seperti pukulan telak yang menghantam seluruh eksistensinya hingga ke dasar jiwa. Ia menggelengkan kepala, air mata yang membasahi pipinya adalah satu-satunya penolakan yang bisa ia berikan, sebuah isyarat keputusasaan yang tidak terucapkan. "Tidak, Pak, saya tidak bisa..." bisiknya, suaranya tercekat dan nyaris tak terdengar. Ia merasa seluruh tubuhnya gemetar hebat, bukan karena dingin, melainkan karena ketakutan yang mencekik, sebuah teror yang ia rasakan sampai ke tulang sumsum. Ardi menyeringai, senyum dingin yang kejam. "Jangan membantah, Amelia. Ini adalah bagian dari pekerjaanmu. Bukankah kamu yang butuh uang?" Kata-katanya terasa seperti belati yang menusuk hingga ke jantung Amelia, se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN