Bab 25: Pintu yang Tertutup Rapat

1076 Kata

Amelia kembali ke mejanya, langkah gontai menyeret sepasang kaki yang terasa berat. Rasanya seluruh semangatnya telah terkuras habis, dan kini ia hanya berjalan dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki. Kepalanya terasa pening, dan perutnya mual, seolah-olah ia baru saja menelan pil pahit yang akan merusak lambungnya secara perlahan. Ia tahu Ardi akan mengawasinya, setiap gerakannya, setiap kata yang ia ucapkan, semua akan sampai ke telinga Ardi melalui Santi. Rasanya ia seperti burung yang terperangkap dalam sangkar emas. Sangkar itu mungkin terlihat indah dari luar, tetapi di dalamnya, ia adalah tawanan, dengan Santi sebagai penjaga, dan Ardi sebagai tuannya. Seluruh tubuhnya terasa lemas, seolah-olah semua energinya telah terkuras habis oleh ketakutan dan keputusasaan. Ia memaksakan dir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN