Bab 26: Terkoyak oleh nafsu

1246 Kata

Pukul delapan malam. Seluruh area kantor sudah sepi. Hanya beberapa lampu yang menyala di koridor, menciptakan bayangan-bayangan panjang yang menari-nari di dinding. Amelia baru saja menyelesaikan laporannya, namun ia tahu ia tidak bisa pulang. Ia masih menunggu Ardi, yang memintanya untuk tetap di kantor. Jantung Amelia berdebar kencang, menabuh ritme ketakutan di dalam dadanya. Ia tahu, Ardi tidak akan membiarkannya pergi tanpa menuntut sesuatu sebagai imbalan. Ia melirik ke luar jendela, memandangi langit yang sudah gelap. Lampu-lampu kota mulai bersinar, menciptakan pemandangan yang indah, serupa bintang-bintang yang jatuh ke bumi. Namun, bagi Amelia, pemandangan itu terasa seperti pemandangan neraka yang menanti. Udara terasa dingin, namun keringat dingin membasahi punggungnya. I

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN