Bab 37: Terbelenggu Dalam Kuasa Nafsu

1256 Kata

Ardi begitu menikmati kehangatan mulut Amelia yang basah dan bergetar. Matanya setengah tertutup, kepalanya mendongak sedikit ke arah langit-langit kantor yang remang, napasnya semakin memburu dan kasar. Ia terus menggerakkan pinggulnya dengan ritme yang terarah dan penuh kendali, mendorong lebih dalam hingga ujung penisnya yang tebal menyentuh belakang tenggorokan Amelia berulang kali, membuat wanita itu tersedak tanpa henti. GLUUKKK… GLUUKKK… GLUUKKK Suara basah yang memalukan semakin kencang memenuhi ruangan kantor yang sunyi, bercampur dengan erangan rendah Ardi yang penuh kepuasan. Setiap dorongan membuat batangnya yang berurat licin masuk lebih dalam, membentuk tonjolan kecil di leher Amelia yang ramping. "Hnghhh… Aahhh… Mulutmu benar-benar nikmat luar biasa, Amelia… Sshhh…."

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN