Bab 58: Ketulusan Suami yang Membunuh Nurani

1301 Kata

Di dalam kamar hotel yang luas dan dingin oleh embusan AC yang menusuk tulang, Amelia terduduk lemas di tepi ranjang king size yang seolah hendak menelannya. Tubuhnya masih gemetar hebat; rasa panas dan perih di dadanya akibat cengkeraman kasar Ardi beberapa saat lalu masih membekas jelas di balik kain blus kerjanya yang kini tampak kusut. Ia menatap pantulan dirinya di cermin besar yang berdiri angkuh di hadapannya. Wajahnya tampak seperti mayat hidup, pucat, dengan mata yang kehilangan binar, seolah separuh nyawanya telah tercabut paksa saat ia melintasi pintu kamar ini. Tiba-tiba, ponsel di dalam tasnya bergetar. Bunyi ringtone yang lembut itu terasa seperti dentum meriam di kesunyian kamar yang mencekam. Nama "Suamiku" berkedip di layar. Amelia tersentak, tangannya yang dingin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN