Bab 42: Sisa-Sisa Kehancuran.

1219 Kata

Ardi akhirnya menarik penisnya keluar dari m***k amelia. Ardi berdiri dengan napas yang mulai teratur, wajahnya tampak segar seolah baru saja memenangkan sebuah pertempuran besar. Tanpa sepatah kata pun, ia memungut pakaiannya yang berserakan di lantai, mengenakannya satu per satu dengan ketenangan seorang pria yang seakan baru saja menyelesaikan urusan bisnis penting. Di bawahnya, Amelia masih terbaring kaku. Tubuhnya sesekali tersentak kecil oleh sisa-sisa syok sensorik. Paru-parunya terasa sempit, menghirup udara yang kini berbau keringat dan aroma tubuh pria yang baru saja menghancurkannya. Setelah beberapa menit yang terasa seperti selamanya, Amelia mencoba duduk. Tubuhnya terasa sangat lemas, persendiannya nyeri, dan bagian bawahnya terasa panas membara. Dengan tangan yang ge

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN