Gairah yang membuncah dalam diri Bima seolah memberinya kekuatan fisik cadangan yang selama ini terpendam di balik tumpukan resep dokter, botol-botol obat yang membosankan, dan aroma antiseptik yang menyesakkan. Malam ini, ia bukan lagi pria pesakitan yang napasnya pendek dan langkahnya gontai. ia adalah seorang suami yang sedang menuntut kembali takhtanya, seorang lelaki yang ingin membuktikan bahwa maut belum sanggup merenggut kejantanannya. Dengan napas yang semakin memburu, kasar, dan pendek-pendek, sebuah simfoni hasrat yang sudah lama absen dari ranjang itu. Bima menarik tubuhnya sedikit menjauh., Gerakannya menciptakan jarak kecil yang cukup baginya untuk meraih pinggiran celana tidur dan celana dalam Amelia. Jemarinya yang kurus gemetar, bukan karena lemah, melainkan karena d

