Ardi tidak memberikan jeda bagi Amelia untuk sekadar menarik napas atau mengumpulkan kepingan kesadarannya yang mulai berceceran. Ia terus melumat p****g Amelia dengan rakus, tangannya yang besar kini terulur ke bawah, merayap di atas permukaan gaun merah yang sudah kusut itu. Jemarinya yang kasar bergerak dengan kepastian seorang penguasa, menyingkap kain itu hingga paha mulus Amelia terekspos sepenuhnya. Kulit putih Amelia tampak kontras, berkilau keringat yang mulai membanjiri pori-porinya. Tanpa sedikit pun rasa canggung, Ardi menyusupkan tangannya ke celah paha Amelia. Ia tidak langsung menanggalkan pakaian dalam wanita itu, melainkan memilih untuk menyiksa batin Amelia lebih jauh. Dengan telapak tangannya, ia mulai menggesekkan jari-jarinya tepat di belahan v****a Amelia yang m

