Ardi tiba-tiba menjauhkan wajahnya dari ceruk leher Amelia, menyudahi cumbuannya sejenak hanya untuk menikmati pemandangan korbannya yang terkulai lemas. Di saat Ardi melepaskan kontak fisiknya yang panas, Amelia justru merasakan kehampaan yang menyiksa. Tubuhnya yang sudah terlanjur dipacu oleh lonjakan hormon kehamilan kini meronta hebat; stimulasi yang terputus di tengah jalan menciptakan rasa lapar fisik yang purba. Hal ini membuat nurani Amelia semakin hancur, ia membenci kenyataan bahwa sel-sel tubuhnya seolah mengkhianati akal sehatnya sendiri. Tanpa mengalihkan tatapan gelapnya yang penuh d******i dari manik mata Amelia yang basah, Ardi turun dari ranjang. Dengan gerakan yang penuh percaya diri, seolah ia adalah penguasa tunggal di ruangan itu, ia mulai menanggalkan pakaiannya

