Ardi berdiri tegak di depan pintu kamar yang tertutup rapat, Napasnya berat, memburu, dan tidak teratur. Matanya menatap daun pintu kayu itu dengan tatapan haus yang tak tertahankan, sebuah rasa lapar yang telah ia tahan selama berbulan-bulan. Tangannya perlahan meraih kenop pintu, Ia memutarnya dengan gerakan presisi yang sangat pelan. Cklek. Pintu terbuka perlahan, menyisakan celah sempit yang kemudian melebar. Amelia, yang tengah berbaring sambil memeluk perut besarnya yang kini memasuki usia delapan bulan, langsung menoleh. Detik itu juga, dunia seakan berhenti berputar bagi wanita itu. Jantungnya seakan berhenti berdetak sesaat sebelum akhirnya berpacu liar, menghantam rongga dadanya dengan dentuman yang menyakitkan. Ketakutan instan menjalar bak aliran listrik, dari ujung jar

