Hari demi hari berlalu dengan cepat, Tak terasa, kandungan Amelia kini telah memasuki usia delapan bulan. Perutnya sudah membuncah besar, menciptakan beban fisik yang membuat setiap langkahnya terasa seperti menyeret beban berton-ton. Namun, beban di rahimnya tak sebanding dengan beban mental yang nyaris merobek kewarasannya. Selama masa kehamilan ini, Ardi memang tidak lagi menyetubuhinya, namun pria itu tetaplah seorang predator yang tak membiarkan mangsanya lepas begitu saja. Di ruang kerja yang terkunci rapat atau di sela-sela waktu kosong yang mencekam, Ardi tetap menuntut pemuasan hasratnya melalui cara lain. Ia memaksa Amelia melakukan tindakan-tindakan rendah; memaksa amelia mengocok penisnya, memaksa mengulum penisnya itu sampai ia tersedak, hingga meminta Amelia menjepit pe

