Bab 20: Di Bawah Bayang-Bayang Cinta

1159 Kata

Amelia tiba di apartemennya, langkahnya gontai, seolah setiap ototnya telah dikuras habis oleh pertempuran yang baru saja ia lalui. Setiap langkahnya adalah beban yang tak tertahankan, menyeretnya semakin dalam ke jurang keputusasaan. Ia membuka pintu dengan kunci yang terasa dingin di tangannya, sebuah rasa dingin yang menjalar hingga ke hatinya. Begitu masuk, ia langsung disambut oleh aroma Bima yang khas—campuran parfum, kopi, dan kehangatan yang dulu terasa begitu menenangkan dan aman, sebuah aroma rumah. Aroma itu kini terasa seperti pisau yang mengiris-iris hatinya, pengingat akan pengkhianatan yang baru saja ia lakukan, sebuah dosa yang membuat hatinya berdarah dan tak akan pernah bisa sembuh. Ia melihat Bima duduk di sofa, menunggunya dengan setia, wajahnya yang damai menatap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN