Bab 112 Rencana Adrik Ketahuan

850 Kata

Ruangan yang sunyi, Adrik terdiam tak ada suara selain detak jam dinding yang berdetak lambat seolah waktu ikut bermain dalam drama ini. Ia tidur sendiri malam ini—bukan karena ia ingin, tapi karena Elina yang memintanya. Namun, anehnya, Adrik tidak marah. Justru ada rasa lega. Bebas. Ia bisa bernapas tanpa topeng yang harus ia pakai setiap hari sebagai “suami Elina.” Ia mengambil ponselnya. Jemarinya sempat ragu. Tapi dia tahu, waktunya sudah hampir habis. Dia harus memastikan semuanya berjalan sesuai rencana. Dia menekan nama Gita di kontaknya dan menunggu sambungan tersambung. "Hallo Gita." "Wow Vian. Ada kabar penting ya?" Nada suara Gita terdengar antusias, seolah sudah menebak sesuatu besar akan terjadi. Wajahnya yang licik kini terpulas dengan senyuman penuh ambisi. "Aku akan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN