Bab 113 Rencana Elina Radit

1120 Kata

Radit menatap kearah ibunya. "Apa itu? “Jangan sampai kamu hancur hanya karena ingin menghancurkan mereka.” Radit tersenyum tipis. “Aku tidak akan kalah, mah. Aku akan menang. Bukan untuk balas dendam… tapi demi mengakhiri semua kepalsuan ini.” Dia lalu memeluk ibunya. Hangat dan erat. Hubungan yang dulu renggang, kini mulai terjalin kembali dalam kesunyian yang mengerti. Namun, sebelum pelukan itu usai, seorang pembantu datang mengetuk pintu pelan. “Permisi, Tuan, Nyonya.” Dina dan Radit langsung melepas pelukan mereka. “Ada apa?” tanya Dina. “Di depan ada Tuan Dani dan Nyonya Bela.” “Suruh mereka masuk,” ucap Dina. "Baik." Pembantu itu akhirnya berlalu setelah membungkuk sopan, membiarkan atmosfer ruang tamu kembali hening. Tak lama, pintu depan terbuka, memperlihatkan sosok Da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN