Bab 108 Maafkan Aku Radit

1231 Kata

Elina masih belum bisa memercayai apa yang ada di depan matanya. Laki-laki itu—yang selama ini dia yakini telah tiada—kini duduk di sampingnya, hidup dan bernapas. Suaminya sendiri. Pikiran Elina kacau. Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Mobil yang dikendarainya melaju dengan kecepatan sedang, seolah mencerminkan kondisi hatinya yang tak menentu. Ada ribuan pertanyaan yang berputar di kepalanya. Tapi mulutnya seolah terkunci. Terlalu banyak luka yang ingin diungkapkan, terlalu banyak kata yang tak tahu harus dimulai dari mana. "Aku masih tidak percaya... kamu masih hidup," ucap Elina akhirnya, suaranya lirih namun penuh tekanan emosi. Adrik hanya menunduk, tatapannya kosong. "Aku minta maaf, Elina." Elina menoleh sekilas ke arahnya, lalu kembali menatap jalan. Jemarinya me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN