Aroma asap dari ayam bakar yang sedang dipanggang menusuk hidung Rian saat ia berdiri di depan restoran Ayam Taliwang itu. Sederhana, tapi ramai. Letaknya tidak jauh dari kantor tempat Elina dan Radit bekerja. Dan ya, inilah restoran yang disebut Elina. Rian tak datang untuk makan siang. Ia datang untuk mencari tahu, siapa yang mencoba mencelakai Radit lewat makanan. Ia melangkah masuk. Pelanggan terlihat sibuk menyantap makanan, tertawa ringan. Tak ada yang terlihat mencurigakan. Tapi Rian tahu, sesuatu terjadi di balik dapur yang tertutup itu. “Selamat siang, Kak. Mau makan di sini atau bungkus?” sapa seorang pelayan perempuan. “Bukan. Saya ingin bertemu manajernya. Tentang pesanan makanan beberapa hari lalu,” jawab Rian, suaranya datar tapi tegas. Tak lama, seorang wanita keluar. W

