Bab 25 Penyelidikan Anak Buah Radit

1202 Kata

Radit menatap pintu kamar yang baru saja ditutup oleh Elina. Nafasnya pelan, tetapi penuh beban. Di balik ketenangan wajahnya, pikirannya penuh kegelisahan. "Syukurlah... dia belum curiga," gumamnya lirih. Sebuah senyuman samar terukir di wajahnya. Namun, senyum itu belum sempat mengembang sempurna ketika ponselnya tiba-tiba berdering. Nada panggilan yang terdengar serius membuat alis Radit langsung mengernyit. Tanpa menunda, ia mengangkatnya. "Halo." "Selamat pagi, Pak Radit. Maaf mengganggu. Saya hanya ingin melaporkan kejadian kemarin di kantor…" Nada suara dari seberang sana terdengar berat. Radit langsung berdiri tegak, tubuhnya menegang. "Kejadian apa maksudmu?" "Terjadi perkelahian kecil antara Bu Elina dan Bu Kina, Pak. Tapi yang membuat masalah semakin rumit… semua karyawa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN