Radit nampak tengah menunggu Elina. Setelah sarapan bersama, dia memutuskan untuk berangkat bersama dengan wanita itu. "Kamu lama sekali," umpat Radit. "Iya maaf Pak Radit. Kenapa gak berangkat duluan saja?" ujar Elina yang sebenarnya tidak nyaman jika terus bersama dengan bosnya. Bisa-bisa kejadian seperti kemarin akan terulang lagi. Di mana dia yang bertengkar dengan para karyawan yang ada di kantor. "Kenapa Elina, apa ada keluhan yang ingin kamu ceritakan kepada saya?" tanya Radit. Elina menoleh ke arah Radit yang memang sedikit peka sekali. Dia memang punya keluhan, tetapi dia bukan tipe orang yang suka mengadu. "Tidak ada," jawab Elina setelah masuk ke dalam mobil milik Radit. Radit langsung menyalakan mesin mobilnya dengan kecepatan sedang. Mungkin Elina pikir kalau dia tidak

