“Umi kita akan bertemu dengan siapa?” Tanya Aghnia yang dituntun oleh Zahra masuk ke sebuah restoran cepat saji. “Teman Umi. Nanti Aghni main di play ground itu dulu ya saat Umi mengobrol dengan teman Umi setelah kita selesai makan.” Ucap Zahra yang kini sudah mendorong pintu masuk restoran itu. Tatapannya berpendar mencari sosok yang telah ia ajak untuk bisa bertemu, dan Zahra melihatnya melambaikan tangannya kepada Zahra dengan senyum yang tipis. Zahra ikut tersenyum walau hatinya masih merepih perih. “Ayo, sayang.” Bisik Zahra menghampiri sosok itu. Hani telah melihatnya sejak Zahra turun dari taksi, sosok yang kini telah menjadi istri dari mantan suaminya, dengan putri kecil mereka yang cantik. Tatapannya penuh damba. Senang juga sedih, senang karena akhirnya dia bisa melihat Fa

