Zahra's Story: Bab 2 | Cacatnya Sebuah Kebahagiaan

2024 Kata

Pagi itu Fatih terbangun dengan suara Zahra yang muntah-muntah di kamar mandi, membuatnya langsung beranjak dan mengecek keadaan istrinya itu. “Sayang …Kamu baik-baik saja kan? Kita ke dokter saja ya, usia kandungan kamu sudah memasuki minggu ke dua puluh enam kan? Aneh rasanya jika masih morning sickness.” Fatih membantu Zahra dengan memijat lembut tengkuk Zahra. Zahra belum menjawab, kepalanya sangat pening, tubuhnya sangat lemas dan rasanya mau limbung jika saja Fatih tidak menopangnya. “Tidak apa-apa, Mas. Mungkin saja aku hanya masuk angin. Tolong bantu aku rebah lagi di ranjang saja ya.” Bisik Zahra dengan nada yang lemah, Fatih langsung membopong Zahra dan membuat Zahra reflek mengalungkan tangannya di leher Fatih. Dia bisa melihat dengan jelas bagaimana wajah Fatih yang beg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN