“Ada apa, Varrel? Tumben banget kamu ngajakin aku ketemuan duluan? Apa kamu lagi ada masalah?” “Apa aku ganggu kamu, Cha?” Cepat-cepat Acha menggelengkan kepa;anya. “Bukan begitu, Varrel, aku cuma tanya. Biasanya ‘kan aku yang selalu ajak kamu ketemuan.” Mendengar itu Varrel menghembuskan napasnya. Tidak salah memang, semuanya benar. Seharusnya pagi ini Varrel langsung ke kantor, tetapi dia memilih melipir terlebih dahulu menemui Acha. Pertemuan pagi ini cukup mendadak, Varrel baru memberi kabar saat sudah sampai di rumah wanita itu. tatapan Varrel masih tertuju pada Acha yang duduk tepat di sampingnya. Tangan Acha terulur, menyentuh lengan Varrel. Sentuhan itu mampu membuyarkan lamunan Varrel yang langsung menegakkan kembali tubuhnya. Keduanya saling tatap cukup lama sebelum akhirnya

