Enzo mengunyah makanannya dengan gerakan sedikit kasar namun masih dalam batasan. Sesekali tangannya mengepal dengan wajah yang memerah, antara kesal dan juga tak nyaman. Jelas saja, saat situasi antara dirinya dan Zoya sedang memanas tiba-tiba terjadi gangguan yang membuat kepalanya langsung berdenyut pusing karena gagal menuntaskan hasrat, padahal tinggal sedikit lagi. Pintu kamar diketuk dengan keras dan terburu-buru, ingin mengabaikan tetapi sialnya semakin lama dibuka semakin keras pula gedoran pintunya. Tak ada dalang lain, kecuali Ayah mertuanya yang j*****m itu. Dan yang paling menyebalkan adalah Ethan seolah merasa tidak bersalah dan malah mengajak semua orang makan malam. “Kenapa makananmu? Apakah koki di rumahmu tidak menyediakan makanan sesuai selera majikannya?” cemoohan

