Bab 92. (++) Membuat Adonan?

1621 Kata

Matthias dibuat kaget akan sikap Ruby kali ini, ia berusaha menahan tubuhnya agar tidak menimpa wanita itu. Tetapi lehernya dipeluk erat bersamaan dengan pelukan pada tubuhnya membuat ia kehilangan keseimbangan hingga benar-benar menindih tubuh Ruby. Bibir Matthias berdecak pelan, kepalanya sudah mulai pusing bertambah pusing saja dengan aksi wanita ini. “Jangan menggodaku, Nona. s**t!” Ia mengumpat lirih, mengurai pelukan dari tangan mungil Ruby yang cukup erat itu. Ruby membuka matanya namun pandangannya sangat buram, ia seperti melihat Daxton mantan kekasihnya yang tersenyum lembut padanya. “Biasanya kau akan pulang kalau aku sudah tidur, masih kangen ... ” ucap Ruby seraya meraih leher Matthias lagi hingga pria itu terbenam sepenuhnya pada pelukan. Matthias kembali berdecak, beru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN