Bab 91. Tidurnya pengen dipeluk...

2240 Kata

Matthias memiringkan kepala sedikit untuk menatap lekat wajah wanita di depannya. Tak perlu waktu lama ia bisa menebak tentang wanita ini. Bibirnya terbuka sedikit untuk dibasahi lalu menatap ke arah lain seraya memasukan tangan ke dalam saku celana. Dari gesturnya menunjukkan seolah tak berminat menyapa wanita itu. Buang-buang waktu saja. Sikap Matthias itu jelas membuat sosok yang datang kesal, bibirnya mencebik lalu mengikuti sikap Matthias yang menatap ke arah pemandangan kota. “Ini ketiga kalinya kita bertemu.” Ia kemudian melontarkan kata tanpa basa-basi sama sekali. “Aku tidak percaya ini kebetulan, namun aku juga tidak percaya ini takdir. Setidaknya aku sudah menyempatkan diri menyapa karena aku bukan wanita sombong.” Kalimat terakhirnya membuat Matthias cukup tergelitik. Seb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN