Julia tidak menyangka harus berhadapan lagi dengan dua orang dari masa lalu yang bahkan tak ingin ia temui di kebetulan mana pun. Ia sudah cukup muak dengan kabar tentang kekokohan keluarga itu, kebahagiaan anak-anaknya yang menghiasi berita-berita terbaru. Tak perlu mencari informasi, kabar itu sudah masuk dalam radar pribadinya tanpa perlu bertanya. Dendam? Tidak ada lagi. Julia telah melepaskan semua rasa dendam yang pernah membakar hatinya. Ia telah berdamai dengan dirinya sendiri dan takdir, menerima bahwa luka-luka masa lalu telah membentuknya menjadi wanita yang lebih kuat dan bijak. Mengalah bukanlah kelemahan, tapi strategi untuk mencapai kebahagiaan yang lebih besar. Dengan langkah mantap, Julia menghadapi kenyataan bahwa masa lalu tidak bisa diubah, tapi masa depan masih bis

