Bab 34. Menyesal

1235 Kata

Di saat Devan hanya tinggal sendirian, terpuruk dalam ruangan yang sunyi, tiba-tiba suara keras yang berasal dari layar monitor menyobek keheningan itu. Jantungnya seperti tercekik saat suara itu bergema, apa yang terjadi pada neneknya? Segala rasa panik dan kecemasan menyelimuti dirinya seperti badai tak bertepi. Tanpa berpikir panjang, Devan segera memanggil dokter dengan suara gemetar yang hampir pecah. Dokter masuk tergesa-gesa, menyentuh denyut nadi Dahlia, mencari tanda-tanda hidup di balik wajah renta yang kini memudar. Sementara itu di luar ruangan, Devan terkulai lemas, hati dan pikirannya hancur berkeping-keping. Beban berat yang tak tertahankan kini mendera pundaknya, menggulung seperti gelombang badai yang siap menenggelamkan semua harapannya. "Aku mohon, oma … bertahanlah.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN