Tanpa ragu, Arka langsung menjawab, "Iya, Pak. Memang Bapak bicara seperti itu." Matanya tak berkedip, penuh tekad. "Kalau Bapak tidak percaya, saya punya buktinya." Arka sudah menyiapkan jawaban ini jauh sebelum Devan bertanya, tahu persis apa yang akan terjadi. Tapi tanpa bukti, kata-katanya bisa saja hanya dianggap dusta. Maka, di balik sikap tenangnya, ia menyimpan rekaman video malam itu, momen di mana saat suara Devan terdengar jelas, menyatakan cinta pada istrinya, namun penuh keputusasaan. "Wilona, aku sangat mencintaimu. Tapi kenapa kamu tidak bisa merasakannya? Kamu malah menuduhku yang bukan-bukan." Mata Devan membelalak, jantungnya berdegup tak karuan saat suara dan gambarnya sendiri mengisi layar ponsel Arka. Tak bisa dibantah, tak bisa dielak, semua terlihat jelas dan nyat

