Meski bingung, namun Wilona segera meraih kotak tersebut. "Ini apa?" tanyanya, tatapannya menuntut jawaban segera. "Kamu lihat saja," sahut Devan, enggan memberitahu langsung. "Ayo, Wilona, kamu buka kotak itu!" Titah Dahlia yang tak kalah penasaran, menambah ketegangan di antara mereka. Tanpa menunggu lama, Wilona membuka bungkusan kotak itu. Perlahan, aroma durian menyeruak, menguar di udara. "Ini ... pancake durian?" tanya Wilona, suara bergetar penuh keterkejutan. Devan mengangguk pelan. "Iya. Aku perhatikan tadi malam di pesta jamuan, kamu sangat menyukai pancake durian. Sayangnya, waktu terbatas, kamu tidak sempat menikmatinya lebih banyak. Jadi, aku sengaja membelikannya untukmu." Dahlia yang menyaksikan, matanya berbinar. Senyum tipis muncul di bibirnya. Meski sikap Devan ter

