Dengan bantuan orang yang kebetulan lewat, Wilona membawa Dahlia segera ke rumah sakit. Namun saat sang nenek tengah ditangani di ruang tindakan, Wilona tak diizinkan masuk. Ia hanya bisa mondar-mandir di depan pintu, doa-doa membuncah dalam d**a yang berdebar penuh cemas dan ketakutan. Tiba-tiba, Devan datang menghampiri dengan langkah tergesa. Matanya penuh amarah saat bertanya, "Apa yang terjadi dengan oma? Kenapa oma bisa sampai seperti ini?" Wilona menunduk, suaranya bergetar, "Aku … aku minta maaf, Dev. Aku juga nggak tahu bisa jadi seperti ini. Oma ikut aku ke supermarket, dan saat pulang, oma … oma tertabrak." Devan melotot, suaranya menggema penuh kesal, "Kamu ini bagaimana? Hanya menjaga oma saja tidak becus!" Air mata mulai menetes dari sudut mata Wilona, ia memegang dadanya

