Bab 30. Mengalah Untuk Sesaat

1160 Kata

Jantung Wilona berdetak lebih keras dari biasanya, setiap dentangnya terasa bagai pisau yang mengiris jiwa saat mendengar kata-kata tajam Devan mengusirnya tanpa ampun. Pedihnya bukan hanya karena ditolak, tapi juga karena setiap kata itu menusuk langsung ke dalam lubuk hatinya yang terdalam. Namun, di balik rasa sakit itu, Wilona bisa mengerti. Devan saat ini tampak kacau dan panik. Bagaimana tidak? Nenek yang sangat dicintai sedang kritis, dan semuanya terjadi akibat kelalaiannya menjaga Dahlia dengan baik. "Oke. Kalau memang kamu mau aku pergi, aku pergi sekarang." Suara Wilona tercekat, air mata mulai mengalir deras membanjiri pipi. "Tapi, setelah kamu tenang, tolong ... hubungi aku. Kalau kamu butuh apa pun, aku akan datang. Aku akan selalu ada." Devan tak menjawab, malah membelaka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN